Dr. Mehmet Özay[1]
Wilayah Aceh merupakan wilayah yang memiliki fungsi penting bagi dakwah islamiah di Asia Tenggara. Aceh telah cukup dikenal oleh para ilmuan terutama para ahli sejarah terutama tentang manuskrip-manuskrip Aceh yang tersimpan dalam berbagai perpustakaan di Propinsi.
Dr. Fathurrahman, menginformasikan hal ini kepada beberapa ilmuwan dari Universitas Tokyo yang pernah menjalin kerjasama dengan beliau dan merekapun memberikan respon positif. Dr. Yumi Sugahara adalah salah satu peneliti dari universitas Tokyo yang juga berkesempatan untuk saya wawancarai mengungkapkan bahwa betapa beliau gembira ketika Dr. Fathurrahman membagi proyeknya dan mereka lansung menyanggupi untuk berpartisipasi setelah sebelumya kerjasama yang pernah terjalin antara keduanya berjalan dengan sukses. Keputusan untuk segera berada di Acehpun diambil.
(kode ZD)
Contohnya: Abu Hamid Al-Gazzali, (w. 1111), İbni Arabi (w. 1240), al-Gailani (1166), Najamuddin al-Kubra (Najm al-Din) (d.1221) (pemimpin tarikat kubrawiyah di Timur Tengah dan Afrika Utara)dan Abu Hasan al-Şadhili (d. 1258) (pemimpin tarikat Syadziliyah di Afrika).
Pustaka Ali Hasjmy Aceh, 21st Century Centre of Excellence Programme, Pusat Dokumentasi dan Penelitian Wilayah Transkultural Penilitian Universitas Asing Tokyo, 2007.
Penelitian Universitas Asing Tokyo

